Wina Bojonegoro (Small city where I was born)

Wina's posts with tag: puisi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag puisi
Blog EntryHari-hari setelahmuJul 31, '08 12:42 AM
for everyone

Hari-hari setelahmu

 

Ku ingin menikam sepi

Ku Ingin memenggal rindu

Ku ingin menghapus jejakmu

Tetapi kau telah menjelma sesuatu pada seluruh jiwaku.

Kau ada dalam bentuk tak nyata

Dalam jagaku, juga lelapku

Bahkan seribu satu doa telah ku mohonkan kepadaNya

Ketika asa tak lagi mampu menopang segalanya

Kupekikkan namamu pada  malam-malam

Saat jeda ku dari menghitung menit bersamamu

Seperti lelah yang tak ingin pergi

Seperti mimpi sejenak dalam buaian peri

Seperti tsunami yang mengguncang bumi

Seberapa jauh aku melangkah dan menghalau perih

Tetap saja ada dirimu

Dalam kepalaku

Dalam hatiku

Dalam siangku

Dalam malamku

 

Waktu bagaikan sepercik gelombang, Begitu sederhana, seharusnya

Hanya dua belas bulan, Seberapa sering kita bersua?

Dalam jarak yang membentang antara kutub utara dan selatan

Sungguh, itu adalah sebuah perjuangan dua jiwa

Bersama dawai Yuuka dalam adagio yang menyayat seperti dimainkan Akatsuki

Dan kuserahkan jiwa ragaku pada semua masa itu

Begitu sederhana, seharusnya

Seakan masa depan tidaklah berharga

Sebab waktu bersamamu, bagaikan berada dalam lautan buku

Begitu mengasyikkan, melenakan, menggetarkan

Hingga tiba waktumu, kembali kepada pemilikmu

Semudah itukah dirimu pergi?

 

Kini aku membeku

Dalam arsiran waktu menjelang musim gugur

Sendiri diatas menhir yang sama

Dinaungi rerimbunan Sakura yang menua

Satu satu helainya berguguran, seperti buliran air mataku

Betapa ku ingin meyakini  dirimu masih ada

Dalam jangkauan pelukan dan harapan

Tetapi kau telah pulang dan aku tetap disini, akan terus ada disini

Menunggu remah-remah waktu

 

Dimanakah jasadmu kini?

Dibelahan bumi manakah  engkau mengejawantahkan diri?

Seberapa jauh jarak membentang diantara kita?

Dapatkah kau rasakan lantunan suaraku memanggil tanpa nama?

 

Mayapada: 27 Juli pada suatu masa (Ketika kata maaf tak lagi bermakna)

 


Blog EntryPuisi Seorang PelacurFeb 12, '08 9:43 PM
for everyone

Puisi Seorang Pelacur.

 

Seperti apakah wajah kekasih?

Seperti langit yang biru dihiasi awan putih?

Seperti laut yang tenang nampak menggemaskan namun mematikan?

Betapa malam telah berganti dan tahun bertambah

Telah kusesapi berjuta-juta cangkir kopi dengan pekatnya yang mengundang

Juga kutelisih pada desah-desah gendang besar diantara musik-musik dangdut

Pada Irama campur sari hingga musik dakwah Oma Irama

Atau di lembah Baliem, hingga Lembah Ngarai

Diantara jasad-jasad Tsunami

Atau sampah-sampah scala Richter

Namun tetap saja aku merasa sepi

Seperti sebuah seruling bernyanyi sendiri tanpa domba-domba

 

Seperti apakah wajah kekasih?

Lagi kau kumandangkan tanya itu

Kita saling bersitatap pada selembar cermin

Bukankah kita sepasang kekasih?

Kau tersenyum dan berkata.....bukan!

Kita adalah sepasang pelaku ekonomi.

 

Surabaya, 11 Feb 2008


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help