Aku pikir semua perempuan akan bersikap sama dengan kaum hawa lainnya, yaitu possesive terhadap suaminya. Dan seperti umumnya isteri, pasti tidak akan rela bila suaminya menikah lagi, apalagi jika dia dalam keadaan baik2 saja, tidak sakit dan tidak pula dalam masalah. Beberapa jam lalu, anggapan saya terjungkir- balikkan oleh perbincangan via telepon.
Ceritanya, kawan ini sudah lama tak berjumpa. Dulu kami sama-sama staff marketing tetapi beda perusahaan. Tetapi sejak dia resign, dan berdikari dengan usahanya, kemajuannya luar biasa pesat. Dia telah menjadi milyader sekarang, jadi wajar dong kalo saya nodong dia buat nyumbang acara sosial di Porong sabtu besok. Dalam perbincangan itu, saya dibuat terkaget-kaget ketika dia membuat statemen, bahwa tidak akan keberatan suaminya menikah lagi.
Alasan yang mendasarinya adalah :
1. Sebagai hamba Allah yang taat kepada Al Qur'an sudah sepantasnya dia iklas, karena hanya mengharapkan Ridla Allah semata.
2. Sebagai manusia modern, dia mencoba berpikir realistis bahwa jumlah perempuan jauh lebih banyak dari pria. Jadi kalau laki2 tidak diberi kesempatan menikahi perempuan lebih dari satu, bagaimana nasib sisa perempuan lainnya?
3. menurutnya, dengan memiliki 2 isteri, mereka bisa saling bekerja sama menyelesaikan banyak tugas, baik bisnis maupun sosial, agama apalagi.
Aku sungguh tak bisa memberikan komentar. Ini terlalu dalam untuk direnungkan.