Wina Bojonegoro (Small city where I was born)

Wina's posts with tag: doa

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag doa
Blog EntrySebentuk Rasa SyukurJun 5, '08 9:50 PM
for everyone

Sebentuk Rasa Syukur

 

Bagaimana mungkin aku dapat mendustakan Mu Ya Allah?

Engkau begitu Pemurah

Telah Kau berikan kepadaku kemampuan merangkai kata meski sederhana, sementara banyak orang lain bahkan tidak mampu membaca.

Engkau telah ciptakan sepasang orang tua untuk memberikan aku kesempatan hidup, sementara begitu banyak bayi yang terpaksa tak mampu melanjutkan perjalanan

Jikapun mereka mampu bertahan, tak pernah ada panggilan Ayah atau Ibu dari bibir mereka, karena mereka hidup di Panti-panti Asuhan atau bahkan di jalanan

 

Bagaimana mungkin aku akan mengingkariMu Ya Allah?

Engkau Maha  Pengasih

Telah Kau kirim kepadaku seorang Ayah, yang mengajariku bagaimana seni adalah bagian dari hidup yang dengan-nya kita menjadi peka

Ayah yang mengucurkan air mata saat kucium kisut pipinya di hari lebaran 2006

Ayah yang telah Kau panggil melalui kanker paru-paru pada 15 Maret 2007 dan aku mohon kepadaMu untuk memaafkan segala ke-tidak mengerti-an, kesilapan, dan dosa-dosa hidupnya

 

Juga seorang Ibu yang mengajariku bahwa sepintar apapun perempuan haruslah mampu memasak untuk suami dan anak-anaknya

Seorang Ibu yang kemudian hilang dari kehidupanku, dan kumohon kepadaMu, semoga aku masih sempat membahagiakan beliau.

Dan Kau berikan aku seorang Ibu Tiri yang mengajariku bahwa hidup ini keras dan harus diperjuangkan dengan segala kemampuan yang dimiliki, menyadari dari mana kita berasal itu penting agar kita tak menjadi pongah.

 

Dan Engkau kirimkan tiga orang anak-anak sementara banyak orang lain tak mampu memilikinya, bukankah ini anugerah kehidupan sekaligus sebuah bentuk ujian yang patut di syukuri?

Aku tak mampu membayangan apa jadinya sebuah kehidupan tanpa ujianMu, pasti sebuah jalan yang datar, gersang, membosankan……(seperti mengemudi pada highway di gurun Nevada)

 

Bagaimana mungkin aku akan lari dari Mu Ya Allah?

Engkau Begitu Penyayang

Telah Kau kirim teman-teman terbaik di masa lalu dan sekarang untuk mengisi sekaligus mewarnai hidupku, sering pula mencetuskan inspirasi dan gagasan-gagasan tanpa mereka sadari, lalu aku dengan sembunyi-sembunyi menculiknya demi kegagahanku sendiri

Mereka telah menjadi guru privatku tanpa memperoleh bayaran sepeser pun

(Semoga kebaikan-kebaikan dan ketulusan mereka menjadi tabungan di akherat kelak dan menjadi kunci pembuka pintu sorga)

 

Entah sudah berapa ratus guru-guru Engkau sediakan untukku?

Sejak aku belia, remaja hingga setua ini,  mereka hadir dalam Sekolah Dasar-ku, SMP-ku, SMPP-ku, Bangku Kuliahku, Seminar-seminar ku, Pelatihan ku , kursus-kursusku entah itu gratisan, berbayar, oleh pembicara biasa ataupun pembicara mahal dengan bayaran puluhan juta untuk satu jam cuap-cuap.

Mereka telah membekaliku dengan ilmu pengetahuan, budi pekerti, mulai dari cara ber wudlu hingga membaca.

Dari surau kecil, teras rumah guru mengaji, masjid, hingga convention hall

Ilmu yang mereka tularkan telah pula ku tularkan kepada anak-anakku, atapun kepada yang bertanya, hingga pahala mereka beranak pinak, tetapi harta mereka tak kunjung bercucu-cicit

(Maka hendaknya ilmu yang telah beranak pinak itu adalah jembatan bagi mereka menuju surga Mu yang abadi)

 

Bagaimana Mungkin aku sanggup berpindah ke lain hati Ya Allah?

Sedangkan Engkau begitu  setia

Engkau menjaga malamku, mewarnai siangku

Mendampingi sukaku, memeluk dukaku

Engkau menguatkan ketika lemahku, mengingatkan ketika kuatku

Engkau memberi meski aku tak meminta

Engkau wujudkan mimpi-mimpiku yang terasa mustahil di mata kerdilku

Maka nikmatMu yang mana hendak ku ingkari?

Dalam tubuhku ini tertanam milyaran syaraf, dan seluruhnya berfungsi sesuai kodratMu

Sementara banyak orang harus menderita oleh satu syaraf saja yang tak berfungsi

 

Bagaimana aku harus mengejawantahkan rasa syukur ku Ya Allah?

Begitu banyak hal terjadi dan tak mampu kuhitung dengan sederetan angka

Pernah terpikir olehku betapa masa depan itu begitu suramnya, ketika harus kulalui jalanan kota Surabaya dengan ke’buta’anku, perjalanan seorang gadis dusun yang tak pernah menghirup udara kota.

Tetapi pertolonganMu melalui tangan-tangan pilihan akhirnya menuntunku membelah setapak demi setapak belantara kehidupan hingga bentuk-ku yang sekarang

Beberapa tangan itu adalah mereka yang memilihku untuk bekerja pada PT. TELKOM

Yang darinya kemudian mengalir begitu banyak anak sungai, mengembangkan diriku dari kuncup menjadi bunga.

Yang darinya pula kemudian mengalir darahku berkat rupiah yang entah sudah berapa milyar ku nikmati, berawal dari puluhan ribu menjadi jutaan.

darinya menjelma ibadahku, sodakohku dan juga kesenangan duniawiku

Maka hendaklah Engkau menjaga hati dan jiwa para pemimpin dalam perusahaan ini agar mampu bertahan dari gerusan jaman, mengelolanya dengan memohon petunjukMu demi masa depan ratusan ribu jiwa (Karyawan, keluarga, pensiunan dan para penerima manfaat baik secara langsung maupun tidak)

 

Maka bimbinglah aku Ya Allah, agar senantiasa mampu mensyukuri segala nikmatMu

Karena sesungguhnya seluruh isi dunia ini milikMu semata (hartaku, anakku, pekerjaanku, pikiranku, kemampuanku )

Semoga tulisan ini pun adalah bagian dari usahaku untuk belajar mensyukuri pemberianMu.

 

Surabaya: Maret 2008

 

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help