| Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
Sejak film2 Indonesia menggeliat, saya berharap ada sebuah pencerahan berupa ide-2 cemerlang dalam seni perfileman. Tetapi setelah sekian lama, saya harus menelan pil pahit berupa kekecewaan. Sejauh ini yang terlempar di pasaran hanyalah film2 drama murahan dan hatntu-hantu yang begitu banyaknya.
Sebodoh itukah masyarakat perfilm-an kita hingga yang ada di kepala mereka hanya menciptakan tangis dan kengerian? Dan herannya, film2 itu laku. Ck ck ck...apa sih yang dicari orang-orang dalam sebuah pertunjukan film? Sebuah tontonan seharusnya mampu menciptakan sebuah tuntunan, jika kata edukasi terlalu tinggi untuk dikunyah.
Nah siang ini, demi memenuhi rasa keibuanku terhadap anak-anak, aku pergi juga ke Bioskop Royal 21 yang aneh, sound system tak sebening 21 lainnya, tak ada tulisan toilet di dalam bioskop, jadi ketika saya harus pipis, maka jalan yang harus saya lalui berputar2 diantara toko2 lain yang membuat say abingung ketika harus kembali. saya berjanji tak akan kemari lagi untuk urusan nonton film.
Rush Hour3, yang dibintangi Jacky Chan dan Christ Tucker adalah sebuah sequel laris yang mampu membuat kita mendapatkan 3 unsur tontonan: kelucuan, Teknology, pemikiran. Ketika kita baru saja disuguhi adegan tabrakan mobil dan hancur tak berbentuk, kaca berhamburan, atau aksi stunt man yang sungguh memukau, tiba2 saja kita harus tertawa ngakak karena kejadian-kejadian yang memang lucu. Tawakami benar-benar lepas.
Teknology: dalam film ini disuguhkan seni pembuatan film yang tidak hanya mengandalkan acting sang pelakon, tetapi juga tekik-teknik lain sebagai sebuah syarat sebuah film action. Pemikiran: karena dalam dialog2 yang diucapkan oleh para tokohnya ada kalimat-kalimat filsafat dan nilai-nilai kemanusiaan yang patut kita renungkan. Sehingga sambil tertawa dan kaget oleh kejadian-kejadian tak terduga, kita dituntut untuk waspada kalau-kalau ada kalimat indah yang bisa kita jadikan perenungan. Seperti kalimat Kenji kepada sang detektif : Kita adalah saudara, sesama saudara kita tak mungkin saling membunuh.
Ya...kita semua adalah saudara, sesama penduduk bumi yang berperang melawan kemiskinan, melawan pemanasan global, melawan bencana, melawan keterpurukan, Jadi kenapa kita harus saling bantai?  | ....ramai atau baik tidaknya film Indonesia sebisanya saya lihat.... Terachir yg saya tonton, Berbagi Suami yg konon sutradaranya yahud.... :-(( |
 | Saya nonton naga Bonar jadi 2, ternyata isinya lumayan Bro. Pesan2 moralnya bagus dan bermakna. Disamping bintangnya juga bagus, Dedy Mizwar. |
 | ok dah dicatet...tenkyu Baru dapat (di pinjemin) :Mengejar Matahari & Jomblo , yg pertama Rp 15000 yg Jomblo Rp35000 harga di sampulnya, beda banyak tuh (?) Walau termasuk murah sekali untuk harga sini |
 | Selamat menikmati film Indonesia yang miskin teknologi...:P |
| |
|