Keinginan nonton show ini bukan karena asrtisnya, bukan karena koreografinya, tetapi karena sudah lama tdk ada permormance art yang komplet antara Tari. Nyanyi dan DRama di Surabaya. Harapanku pun sebetulnya tidak muluk2, tetapi ketika tiket kehabisan dan H-7 aku cuma dapet kursi paling belakang, maka aku pun jadi curiga...jangan2 ini bagus...heheheh
Aku tersentak ketika pertunjukan di buka oleh sekelompok pemain berpakaian mandarin kuno masuk dari bawah panggung penonton dengan memukul acaram sambil berteriak pertunjukan segera dimulai.....sesuatu yang baru bagiku. Lalu panggung dibuka oleh Tika Panggabean yang ternyata suaranya boljug yah.....
Dikisahkan Eng Tay yang sudha menjadi arwah mencari dimana gerangan Sampe. Karena cara mati mereka berbeda, maka tidak bisa ketemu, sebagai syarat supaya bisa ketemu, Eng Tay harus turun ke dunia dan membujuk salah satu orang agar yakin bahwa orang bisa hidup bahagia dengan cinta, bukan karena harta.
Akhirnya dipilihah si Narsisi...anak desa yang akhirnya sukses di kota metropolitan sebagia wanita karir. Dia memiliki pacar, Fauzy....seorang dokter yang ternyata dokter tukang menggugurkan kandungan, dan seorang sahabat Shiva, yang ternyata sangat cemburu pada kesempurnaan Narsisi. Maka dengan kekayaan yg diwarisi dari sang ayah yang sudah wafat.
Seluruh adegan mengalir Hot, tarian yang dinamis perpaduan antara ballet dan modern dance, music all jazz yang hmmm..meskipun minimalis tapi I LOVE IT!!!. Yg tidak terduga adalah : 1. Ully Herdiansyah....gak sangka actingnya luar biasa dan vocalnya...wow...mantabbbbbbbb 2. Takako Leen : yang berperan sbg Narsisi....perfecto.... 3. Sarah Sechan sbg Shiva....U make me cry dehhh...waktu monolog di makam Papa 4. Tika Panggabean...wow...suaramu nekkkkkk...vocal yang seharusnya dikembangkan sebagai penyanyi seriosa heheheh
Panggung yang selalu dinamis dan tak pernah sepi, teknik stage yang modern sehingga sangat efective....pokoknya yang gak nonton ini RUGI BEAR!!!
Masa Kecil Narsisi yg penuh Cemooh
Koregrafi yg syur dari Rudy Wowor
Monolog Shiva di makam papa, mengharukan
Narsisi yang putus asa, sukses tapi tak bahagia
|