Diantara jadwal kunjungannya ke Jatim dan Korban Lumpur khususnya, Chaterina mampir ke Posko NU Pasar Porong, dan menyempatkan diri melihat hasil karya para perempuan yang selama ini sudah menjadi menggeluti sulam pita dariku. Chaterina tidak percaya bahwa hasil mereka bisa tampak begitu profesional, maka dia tanya berapa lama proses belajar.
Mereka hanya mendapat 10 x pelatihan dariku, selanjutnya latihan2 sampe mereka mahir. Dan hasilnya menurut Chaterina bagus, maka dia membeli 3 buah hiasan dinding. Ada yang lucu, ketika dia mau bayar dia tanya berapa, aku bilang 200 ribu untuk 3 buah. Dia menggeleng tak percaya...its too cheap...katanya. Maka dia bayar 300 ribu. Ya aku sih seneng2 aja, yang 200 aku terima yang 100 aku bagi ke mereka, kebetulan yg hadir 10 orang, pas deh 10 ribuan.
Dia salah seorang yang mendukung fair trade, bukan free trade. Jadi menurut dia, bisnis harus win win solution, tdk ada tenaga yang diperas, buruh harus mendapatkan hak nya sesuai dengan keringat dan hasil karya. Mudah2an dia bisa menjadi penghubung untuk memasarkan hasil2 karya para perempuan korban lumpur ini. Amin
|