Untuk pertama kalinya, banjir menjadi sesuatu yang mengerikan bagi kota Bojonegoro. Meski sebagai wilayah DAS Bengawan Solo tiap tahun kena banjir, tapi tak pernah sekalipun air menjilat kampungku, di belakang stasiun KA. Tapi kali ini, bahkan ibuku pun menjadi pengungsi.
Untunglah ada kawan2 yang berbaik hati mau membantu, dalam sekejab melalui SMS aku dapat membawa bantuan yang hampir memenuhi mobil. Berdua dengan anak cewekku, kami melaju dalam tempo tak sampe 2 jam dari Surabaya.
Membagi sumbangan dengan cepat, menganalisa kebutuhan selanjutnya, walhasil aku pulang dalam keadaan demam, bahkan sejak di mobil sudah terasa. Esoknya aku tak dapat kemana-mana, ambruk seharian. Tapi aku lega sudah bisa menolong para tetangga di kampung. Selanjutnya aku ingin mengumpulkan bantuan lagi buat orang2 di perbatasan Bojonegoro- Lamongan. Ada yang mau membantu?
Pintu Masuk Kota 1 Comment
Mengambil sendiri Bantuan 1 Comment
|