Enjoy your photos every month of the year with beautiful and personalized photo calendars. Make it your own by including birthdays, vacations and anniversaries.
Multiply now makes it easier than ever to order and share your prints. Order copies for yourself or share the wealth and send as a gift to your friends & family.
Making photo books should be fast, easy... and even fun. That's why we offer a wide variety of professional, ready-made themes and cover options with drag-and-drop simplicity.
Turn your photos into custom holiday greetings, invitations or birth announcements. We have the right card for every occasion. Simply upload your photos and add copy.
Mungkin suatu hari nanti, kita hanya bisa bercerita pada anak cucu kita, bahwa dulu kala, pernah ada suatu daerah bernama Porong, yang terkenal dengan Kali Porong dan Ote2 Porong. Lihatlah...bagaimana wajah Porong kini, setelah lumpur yang dipicu Lapindo meluap ke mua bumi.
Apa salah & dosa Negri ku tercinta Indo,hingga selalu saja di timpa musibah,datang silih berganti,akibat ketamakan & ulah segelintir manusia sehingga banyak rakyat kecil yg menjadi korban...
Dear Ernies...jauh dari lubuk hatiku aku ingin merasa bangga menjadi bagian dari bangsa besar ini, tetapi perlindungan pemerintah terhadap rakyatnya menyedihkan, masalah sosial, budaya, politic....semuanya campur aduk hingga membuat banyak nyawa merana, bahkan aku sendiri terkadang terpaksa harus bersikap apatis, karena terlalu banyak hal yang terpampang di depan mata ini ternyata mengenaskan....dan kita tidak bisa berbuat apa-apa...:(
Betul Sarah...aku dah liat sendiri betapa memilukan keadaan masyarakat disana. Perkampungan, sekolahan, pasar, pabrik2...semuanya terendam. Daerah2 itu bagaikan kawasan hantu, mati tak berpenghuni. Kemanakah orang2 itu harus mencari tempat tinggal? Sekolah? Mencari makan?
Aku pas lewat daerah itu sampe gak kuat nahan tangis Mbak, gemeteran, sambil sibuk jepret sana sini, tapi setelah itu gambaranya gak tega aku postingnya disini...:((
Aku pas lewat daerah itu sampe gak kuat nahan tangis Mbak, gemeteran, sambil sibuk jepret sana sini, tapi setelah itu gambaranya gak tega aku postingnya disini...:((
Mbak Pipin, dengan aku posting foto lumpur ini siapa tahu ada yang tergugah dna tersentuh hatinya, lalu berbuat sesuatu untuk membantu. Meskipun pencetus derita ini adalah Lapindo, tapi korban sudah berjatuhan, apakah kita akan diam saja?