Ketika itu aku berdoa....
Tuhan, jangan pertemukan ku dengannya jika dia hanya mampir sesaat
Jangan biarkan ia mengambil hatiku yang tinggal secuil dan compang-camping ini
Jika kelak pertemuan ini hanya menorehkan luka, jangan ada pertemuan hari ini
Ketika itu kejadian-kejadian berlangsung pelan, lembut dan tajam
Ketika itu segalanya berjalan seperti sebuah kepastian takdir akan pagi yang menunggu
Damai....menggairahkan...menentramkan.....
Ketika itu...meskipun tanda-tanda luka telah terpahatkan, kita mengabaikannya
segalanya bergulir...segalanya mencair....begitu landai....begitu renyah dinikmati
Ketika itu.....aku tak yakin ini akan bertahan....tetapi kau menginginkan....
Kita membuat kesepakatan.....bergulir pelan....riak-riak kecil menyertai....
tetapi selesai sudah kini
pada akhirnya jalanan licin membuat kita berhenti
tak mampu menjalani
dan hidup tiba-tiba terhenti
sampai disini