Wina Bojonegoro (Small city where I was born)

PUTRI KINASIH (Bengkel Ketrampilan)

 Berawal dari Pasar Porong, lokasi pengungsian para korban Lumpur, saya mendapat ide untuk memberikan kursus ketrampilan secara Cuma-Cuma kepada 12 orang perempuan. Mereka membutuhkan  sesuatu untuk membunuh waktu yang seakan enggan untuk beranjak. Bukan pula hanya kemudian menghabiskan waktu, tapi upaya ini juga merupakan sesuatu untuk dijadikan sumber penghasilan. Begitu banyak orang kehilangan sumber penghasilan, kehilangan kepastian masa depan. Sekelompok manusia di Porong ini mungkin hampir bisa dikatakan helpless, tapi masih harus diusahakan agar tidak hopeless.

Dengan keinginan untuk memantik api harapan yang kecil itulah, saya tergerak untuk berbagi, melalui salah satu bidang  yang saat ini saya geluti, yaitu sulam pita. Sekarang 8 diantara peserta kursus itu telah dapat menghasilkan karya-karya, walaupun belum sempurna, berupa home décor dan home apparel. Upaya menuju mendekati sempurna bagi para peserta membutuhkan proses yang memakan waktu dan latihan secara kontinyu . Sudah tentu menjadikan mereka tenaga-tenaga yang layak dihargai adalah hasil akhir yang diharapkan. Sampai saat ini saya terus mengembangkan ketrampilan mereka dengan memberi kesempatan untuk ruang-ruang pekerjaan, dan Insya Allah, mereka mendapatkan sedikit penghasilan dari situ.

Kegembiraan melihat hasil awal ini, membuat saya berpikir lebih jauh dan lebih luas lagi. Sebuah mimpi dimulai untuk mendirikan sekolah ketrampilan GRATIS bagi perempuan TIDAK MAMPU agar mereka berdaya, terutama menolong diri sendiri memperoleh penghasilan secara layak. Sekolah ini bernama PUTERI KINASIH (Bengkel Ketrampilan) dan telah mulai beroperasi tanggal 4 Nopember 2007. Langkah awal yang diambil adalah untuk sementara kami akan menggunakan lokasi  Panti Asuhan ADINDA, Surabaya . Pilot project ini juga anak asuh ADINDA yang sedang duduk di bangku SMA sebanyak 23 orang.

Harapan kami, peserta sekolah ini semakin luas dan semakin banyak menampung perempuan yang membutuhkan pertolongan. Kita semua tahu bahwa begitu sedikit lapangan pekerjaan, yang diperebutkan oleh jutaan pencari kerja. Cara untuk bisa survive dalam persaingan yang keras, khususnya bagi mereka yang terhempas oleh karena kemiskinan dan ketidakberdayaan ekonomi adalah dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri.

 

Visi ke depan sekolah ini (semoga Tuhan merdhoi) memberikan kelas ketrampilan  berupa :

-Menyulam,Memasak,Menjahit,Salon kecantikan,Bordir,Kerajinan tangan yang lain

 Sebagai sebuah permulaan yang sangat realistis untuk dilakukan adalah melanjutkan kelas ketrampilan SULAM PITA tingkat dasar sebanyak 10 kali pertemuan. Diharapkan dari pelajaran awal ini mereka sudah mampu menghasilkan sesuatu untuk meningkatkan potensi miminal yang bermuara pada kemampuan daya saing mereka, yang akan memicu kemandirian mereka. Tentu saja memberikan kail saja tidak cukup untuk menolong mereka, harus kita ciptakan kolamnya, dan kita tebarkan ikan-nya untuk dipancing. Bagaimana caranya?

 

Mereka akan diberikan pekerjaan agar ketrampilan yang sudah diperoleh tidak sia-sia. Juga diperlukan sebuah showroom untuk ajang display hasil karya mereka. Untuk mewujudkan ini semua, tentu saja saya tak bisa bekerja sendiri. Melalui network inilah saya mengetuk hati rekan-rekan semua agar bersedia berbagai untuk anak-anak perempuan tidak mampu, menjadikan mereka mandiri dan berdaya. Semoga kerja kecil kita ini membuat hidup kita yang singkat ini menjadi bermakna.  (Wina)

 

bonarine wrote on Nov 5, '07
sip! sip! saluuuuuuuuuuutttttttttt...............!!!!!!!!!!
wina108 wrote on Nov 5, '07
Ojo sip sip tok....ayo di rewangi......golek dana...golek tempat...golek pasar....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help