Wina Bojonegoro (Small city where I was born)

Blog EntrySepenggal Derita dari PorongSep 25, '07 8:46 AM
for everyone
Hari sabtu lalu saya berkunjung ke pengungsian korban lumpur di Porong, untuk mengajar ketrampilan bagi anak2 perempuan yang DO dari sekolah. Ditengah-tengah saya mengajar itulah saya kedatangan tamu, seorang kepala sekolah MI (SD) Maarif Jatirejo, Porong.
 
Dimanakah sekolah itu? Kita semua sudah tak akan pernah menjumpainya lagi, seluruh bangunan dan isinya telah tenggelam bersama lumpur. Dan sampai detik ini, pemerintah, DIKNAS, atau LAPINDO tdk melakukan apa-apa terhadap sekolah itu, murid2nya atau para gurunya.
 
Apa yang terjadi?
Sisa murid yang ada sebanyak 70 orang tercerai berai. Yang lain sudah pindah ke sekolah lain yang dekat lokasi rumah kontrakan baru mereka. Nah yang 70 orang ini masih ada namun terpisah. Kelas 1 numpang di posko NU di pengungsian pasar Porong. Kelas 2-6 numpang di MI Kedung Boto, sekitar 4 KM dari lokasi pengungsian, dengan cara masuk siang, karena pagi kelas di pakai oleh yang empunya sekolah.
 
Mengapa mereka bertahan?
Karena ortu mereka tak memiliki dana untuk memindahkan ke sekolah lain. Sebagai catatan, pekerjaan para ortu ini adalah pekerjaan marginal seperti : Kuli bangunan, buruh pabrik, tukang tambal ban, penjual sayur, petani, dll. Dengan ludesnya rumah dan lahan di sekitar lokasi lumpur, maka mereka praktis juga kehilangan pekerjaan.  Janganlah untuk memindahkan sekolah, untuk membiayai tranposrt ke sekolah yang sekarang saja mereka kadang-2 harus berhutang.
 
Bagaimana dengan Gurunya?
Guru2 yang berjumlah 14 orang adalah guru2 swasta yang hanya berharap terhadap besaran BOS. Seperti kita tahu, besaran BOS bergantung jumlah murid. Sedangkan kondisi saat ini, sekolah SD dilarang membayar oleh pemerintah dan diganti dengan BOS tersebut. Jumlah BOS yang diterima sekolah ini hanya di kisaran 1 jutaan, dibagi sejumlah guru maka hasilnya......tiap guru memperoleh gaji hanya Rp. 150.000,-/orang/bulan.
 
Bisakah kita bayangkah bagaimana derita para guru, anak-anak sekolah ini? Karena itulah, saya bermaksud berbagi dengan mereka untuk sekedar memberikan bingkisan lebaran, sebagai sedikit hiburan bagi mereka yang sudha setahun lebih di rundung duka tanpa kepastian masa depan.
 
Rencana kebutuhan:
Paket sembako : 100.000 x 84 = 8.400.000
Jika rekan2 bersedia berpartisipasi dalam proyek sosial ini, saya akan sangat berteirma kasih. Sedikit dari kita, bisa berarti besaaarrr bagi mereka.
 
Wassalam
 

siohle wrote on Sep 25, '07
....God bless you Wina.
wina108 wrote on Sep 25, '07
Thanks Bro....mohon doa dari jauh yah, semoga berhasil.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help